Lewati ke konten utama
Kembali ke artikel

Panduan Produk Ekspor #002

Indonesian Cassia Cinnamon

Panduan lengkap Indonesian Cassia Cinnamon atau Cinnamomum burmanni: long stick, cut stick, broken cassia, powder, spesifikasi buyer, HS Code, pasar ekspor, quality control, packaging, dan dokumen ekspor.

Terbit
02 Agu 2026
Estimasi baca
12 menit baca
Penulis
Oleh FUTRA Export
Batang cassia dan cinnamon yang ditampilkan berdampingan

Gambar: Leslie Seaton · CC BY 2.0

Daftar isi

Pendahuluan

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara pemasok kayu manis di pasar internasional. Namun sebelum menawarkan produk ke buyer, ada satu hal dasar yang harus dipahami:

kayu manis Indonesia tidak sama dengan Ceylon Cinnamon.

Produk yang sangat relevan dalam supply chain Indonesia adalah Indonesian Cassia, dengan spesies yang diterima secara botani sebagai *Cinnamomum burmanni*. Kementerian Pertanian mencatat pengembangan *C. burmanni* antara lain di Sumatera Barat dan Jambi, termasuk wilayah Kerinci. Royal Botanic Gardens, Kew juga mencatat *Cinnamomum burmanni* sebagai accepted species.

ISO bahkan mempunyai standar khusus untuk cassia tipe Chinese, Indonesian, dan Vietnamese melalui ISO 6538:1997. ISO masih mencantumkan standar tersebut, sementara revisi baru sedang dalam tahap pengembangan.

Jadi sebelum bertanya:

  • Kayu manis Indonesia paling bagus dijual ke negara mana?
  • Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Produk cassia dalam bentuk apa, specification-nya seperti apa, dan buyer akan menggunakannya untuk apa?

Indonesian Cassia Bukan Ceylon Cinnamon

Dalam perdagangan internasional, kata *cinnamon* sering digunakan untuk beberapa spesies berbeda.

FaktorIndonesian CassiaCeylon Cinnamon
Species*Cinnamomum burmanni**Cinnamomum verum*
Origin yang dikenalIndonesiaSri Lanka
Nama perdaganganIndonesian Cassia, Korintje, Cassia VeraCeylon Cinnamon, True Cinnamon
BarkCenderung lebih tebalLebih tipis dan berlapis
Positioning umumIngredient, seasoning, retail, processingSpecialty/premium

Kew mencatat *Cinnamomum verum* sebagai spesies yang berasal dari Sri Lanka, sementara *C. burmanni* memiliki distribusi alami yang mencakup Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan wilayah Asia lainnya.

Perbedaan ini penting karena buyer bisa meminta spesies secara spesifik.

Kalau buyer meminta:

Ceylon Cinnamon

jangan menawarkan Indonesian Cassia hanya karena dua-duanya disebut cinnamon.

Apa Itu Korintje atau Kerinci Cinnamon?

Dalam perdagangan rempah, Indonesian Cassia juga sering ditemukan dengan nama seperti:

  • Indonesian Cassia
  • Indonesian Cinnamon
  • Cassia Vera
  • Korintje Cinnamon
  • Kerinci Cinnamon

Kerinci di Jambi memang dikenal sebagai salah satu wilayah penting produksi *Cinnamomum burmanni*.

Tetapi ada perbedaan antara nama produk dan klaim origin.

Kalau perusahaan menjual produknya sebagai:

Kerinci Cinnamon

maka idealnya sourcing dan traceability bisa membuktikan bahwa bahan bakunya memang berasal dari Kerinci.

Origin dapat meningkatkan positioning produk, tetapi hanya kalau origin tersebut dapat dibuktikan.

Bentuk Indonesian Cassia yang Diperdagangkan

Cassia tidak hanya dijual sebagai batang panjang.

Secara komersial, bentuk yang umum ditawarkan antara lain:

Product FormPenggunaan Buyer
Long StickRetail, repacking, food service
Cut StickRetail pack, beverage, food service
Broken CassiaGrinding, extraction, seasoning
Cassia ChipsTea, infusion, extraction
Crushed CassiaIndustrial processing
Cassia PowderFood ingredient, seasoning

Perbedaan bentuk ini penting karena produk yang terlihat paling premium belum tentu produk terbaik untuk buyer.

Buyer yang akan menggiling cassia sendiri mungkin lebih membutuhkan clean broken bark dengan *moisture* dan *volatile oil* yang sesuai daripada membayar lebih mahal untuk long stick dengan visual sempurna.

Sebaliknya, buyer yang mengemas cinnamon stick untuk supermarket akan lebih memperhatikan:

  • length
  • thickness
  • appearance
  • straightness
  • color
  • broken percentage
  • cleanliness

Jangan Terlalu Percaya Nama Grade

Di supplier Indonesia, Anda dapat menemukan istilah:

  • AA
  • AAA
  • Premium
  • Grade A
  • Grade B
  • Broken Grade

Masalahnya, nama tersebut tidak otomatis berarti standar universal.

“AA Grade” dari Supplier A belum tentu identik dengan “AA Grade” dari Supplier B.

Lebih aman mengubah nama grade menjadi specification yang bisa diukur.

Contohnya:

ParameterBuyer Specification
Species*Cinnamomum burmanni*
OriginIndonesia / specific origin if verified
FormLong Stick
LengthAs agreed
ThicknessAs agreed
MoistureAs agreed
Foreign MatterAs agreed
Broken PercentageAs agreed
Volatile OilAs agreed
PackagingAs agreed

Dengan pendekatan ini, buyer dan seller tidak bergantung pada interpretasi kata “premium”.

Spesifikasi yang Biasanya Dilihat Buyer

Tidak ada satu specification yang berlaku untuk seluruh buyer cinnamon.

Beberapa parameter yang dapat muncul antara lain:

  • moisture
  • volatile oil
  • aroma
  • bark thickness
  • length
  • color
  • foreign matter
  • total ash
  • acid insoluble ash
  • microbiological condition
  • pesticide residues
  • heavy metals
  • mesh size
  • coumarin
  • packaging condition

Whole bark buyer cenderung lebih banyak melihat visual dan physical specification.

Sedangkan untuk cassia powder, buyer semakin bergantung pada laboratory testing dan food-safety control karena kondisi bark asli sudah sulit dinilai secara visual.

Moisture

Moisture menjadi parameter penting karena kadar air yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kualitas selama penyimpanan dan transportasi.

Tetapi jangan mencari satu angka di internet lalu mengatakan:

  • International standard moisture cinnamon adalah X%.
  • Buyer, product form, dan metode testing dapat berbeda.

Format yang lebih aman adalah:

Moisture: max X% — as per agreed testing method.

Volatile Oil

Buyer tertentu, terutama flavor manufacturer, extract company, spice processor, dan food manufacturer, dapat meminta volatile oil content karena berkaitan dengan karakter aromatik produk.

ISO juga mempunyai metode khusus untuk penentuan volatile oil pada spices melalui ISO 6571.

Microbiology dan Heavy Metals

Untuk food ingredient buyer, pengujian dapat mencakup parameter seperti:

  • Total Plate Count
  • Yeast & Mold
  • Coliform
  • E. coli
  • Salmonella
  • lead
  • cadmium
  • arsenic
  • mercury

Batasnya tidak boleh diasumsikan sama untuk seluruh negara atau buyer.

Isu heavy metals bukan sekadar teori. FDA Import Alert 99-42 saat ini mencantumkan sejumlah produk dan perusahaan global terkait heavy-metal contamination, termasuk entri tertentu untuk whole dan ground cassia dari Indonesia karena lead.

Ini bukan berarti seluruh cinnamon Indonesia bermasalah atau dilarang, tetapi menunjukkan bahwa contamination control merupakan risiko nyata yang perlu dikelola.

FDA juga memiliki defect action guidance khusus untuk ground cinnamon, termasuk isu insect filth dan rodent filth.

Cassia Powder Membutuhkan Kontrol Lebih Serius

Powder bukan sekadar:

  1. 01Broken Cinnamon
  2. 02Grinder
  3. 03Harga Naik

Saat cassia berubah menjadi powder, supplier bergerak lebih dekat ke bisnis food processing.

Buyer tidak lagi bisa melihat struktur bark dengan mudah, sehingga risiko seperti berikut menjadi lebih penting:

  • adulteration
  • foreign material
  • cross contamination
  • inconsistent particle size
  • microbiology
  • heavy metals
  • pesticide residues

Buyer juga dapat meminta:

  • mesh size atau particle size requirement.
  • Karena itu jawaban:
  • Yes, we can make fine powder.
  • belum cukup.

Pertanyaan berikutnya harus:

What mesh size do you require?

Bagaimana dengan Coumarin?

Cassia memang sering dibahas karena kandungan coumarin.

Namun bagian ini sering disederhanakan secara salah.

Uni Eropa mempunyai maximum level coumarin untuk kategori finished/compound food tertentu, misalnya beberapa bakery products, breakfast cereals, dan desserts.

Regulasi tersebut tidak berarti ada satu angka universal yang bisa langsung disebut sebagai “batas coumarin untuk semua raw cinnamon.”

Jadi jangan langsung mengatakan:

  • EU maksimal coumarin cinnamon sekian.
  • tanpa melihat produk apa yang sebenarnya diatur.

Buyer food manufacturer tetap dapat menetapkan internal raw-material specification untuk memastikan finished product mereka memenuhi regulasi.

HS Code Indonesian Cassia

Cinnamon berada pada HS Heading 0906, Cinnamon and cinnamon-tree flowers.

Pada HS internasional, kategori utamanya antara lain:

HS CodeDescription
0906.11*Cinnamomum zeylanicum*, neither crushed nor ground
0906.19Other cinnamon, neither crushed nor ground
0906.20Cinnamon, crushed or ground

UN Statistics Division menempatkan cinnamon selain *Cinnamomum zeylanicum* yang neither crushed nor ground di 090619, sedangkan crushed atau ground cinnamon berada di 090620.

Untuk Indonesian Cassia:

  • Whole bark / stick yang belum crushed atau ground → working HS 0906.19
  • Crushed / ground cinnamon → working HS 0906.20

Namun jangan menentukan HS hanya berdasarkan nama seperti “broken” atau “cut”.

Cassia bark yang hanya dipotong lebih pendek tetapi masih berupa identifiable bark tidak otomatis menjadi *crushed or ground*.

Pasar Ekspor Cinnamon Indonesia

Indonesia mempunyai posisi kuat untuk crushed dan ground cinnamon.

Data World Bank WITS berbasis UN Comtrade mencatat ekspor Indonesia pada HS 090620 tahun 2024 sekitar USD 58,03 juta dengan volume sekitar 15,57 juta kg, menjadikan Indonesia eksportir terbesar dalam dataset tersebut.

Namun angka itu adalah perdagangan:

  • HS 090620, cinnamon and cinnamon-tree flowers, crushed or ground
  • bukan market size khusus *Cinnamomum burmanni*.

Jangan mengubah data HS yang luas menjadi klaim yang lebih spesifik dari datanya.

Buyer dapat ditemukan pada berbagai segmen:

BuyerFokus Umum
Spice ImporterVolume, price, consistency
Food ManufacturerSpecification + food safety
Seasoning CompanyPowder/crushed consistency
Tea ManufacturerCut/chips
Extract CompanyAroma / volatile profile
Retail BrandAppearance + packaging
GrinderBroken/raw bark
Private Label BuyerFinished product

Karena itu satu sales pitch tidak cocok untuk seluruh buyer.

Sample Approval Tidak Cukup

Salah satu kesalahan umum adalah merasa transaksi sudah aman karena:

  • Buyer approved the sample.
  • Tantangan sebenarnya bukan membuat 1 kg sample bagus.

Tantangannya adalah memastikan production lot dalam jumlah besar tetap mengikuti karakter yang telah disepakati.

Sample sebaiknya diterjemahkan menjadi:

  • technical specification
  • approved sample reference
  • COA requirement
  • inspection criteria
  • Purchase Order / Sales Contract

Kalimat:

  • Same as approved sample.
  • sendirian masih sangat subjektif.

Food Safety untuk Pasar Amerika Serikat

Jika cassia masuk Amerika Serikat sebagai food, importir yang berada dalam cakupan Foreign Supplier Verification Programs (FSVP) harus menjalankan verification terhadap foreign supplier dan memastikan makanan yang diimpor memenuhi persyaratan keselamatan pangan AS.

Implikasinya bagi supplier Indonesia: buyer yang lebih serius dapat meminta bukti terkait:

  • manufacturing practices
  • hazard control
  • laboratory testing
  • supplier performance
  • traceability
  • corrective action

Jadi food safety system bukan hanya dokumen untuk dipajang.

Ia dapat menjadi bagian dari kemampuan supplier untuk lolos supplier verification buyer.

Phytosanitary dan Fumigation

Jangan menganggap seluruh shipment cinnamon:

pasti perlu atau pasti tidak perlu phytosanitary.

Requirement harus dicek berdasarkan:

product form + destination country + import requirement + treatment.

Pada 4 Mei 2026, Badan Karantina Indonesia mencatat pemeriksaan ekspor 10.000 kg kayu manis ke Jerman, termasuk pemeriksaan terhadap target organisme pengganggu tumbuhan sesuai requirement negara tujuan.

Prinsipnya:

  • check per shipment.
  • Hal yang sama berlaku untuk fumigation.

Kebutuhannya dapat berasal dari:

  • destination requirement
  • phytosanitary treatment
  • buyer requirement
  • packaging
  • kondisi barang

Jika menggunakan wooden pallet, requirement terhadap wood packaging juga harus diperiksa secara terpisah dari requirement cassia.

Dokumen Dasar Ekspor Cassia

Untuk shipment komersial, dokumen dapat mencakup:

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • PEB
  • NPE
  • Bill of Lading / Air Waybill
  • Certificate of Origin bila diperlukan
  • Certificate of Analysis sesuai buyer
  • Phytosanitary Certificate bila required
  • Fumigation Certificate bila required
  • laboratory report sesuai requirement

Bea Cukai menjelaskan bahwa PEB disampaikan oleh eksportir atau kuasanya bersama dokumen pelengkap pabean dalam proses ekspor.

Certificate of Origin atau SKA juga tidak boleh dianggap wajib untuk seluruh transaksi.

Kemendag membedakan SKA Preferensi untuk memperoleh fasilitas tarif tertentu dan SKA Non Preferensi sebagai dokumen asal barang sesuai kebutuhan perdagangan atau negara tujuan.

Payung kebijakan ekspor Indonesia saat ini tetap perlu dibaca bersama regulasi terbaru, termasuk Permendag 23 Tahun 2023 yang telah mengalami perubahan kelima melalui Permendag 12 Tahun 2026.

Status lartas final harus diperiksa berdasarkan HS Code aktual pada saat shipment.

Workflow Ekspor Cassia yang Lebih Aman

Urutan sederhananya:

  1. 01Product Form
  2. 02Supplier Validation
  3. 03Buyer End Use
  4. 04Specification
  5. 05Compliance Check
  6. 06Costing
  7. 07Sample
  8. 08Agreement
  9. 09Production & QC
  10. 10Documentation
  11. 11Shipment

Bukan:

  1. 01Punya Kayu Manis
  2. 02Cari Negara
  3. 03Kirim Price List

Salah satu pertanyaan terbaik ketika bertemu calon buyer justru sangat sederhana:

  • What will you use the cassia for?
  • Dari jawabannya, eksportir baru menentukan:
  • product form
  • grade
  • specification
  • testing
  • packaging
  • HS Code
  • compliance
  • costing

Kesimpulan

Kayu manis Indonesia bukan satu produk yang seragam.

Indonesian Cassia dapat dijual sebagai long stick, cut stick, broken cassia, chips, crushed, sampai powder, dan setiap bentuk mempunyai buyer, specification, risiko, serta struktur harga yang berbeda.

Hal yang paling penting bukan menawarkan grade paling tinggi.

Yang lebih penting adalah menawarkan produk yang paling sesuai dengan end use buyer.

Untuk eksportir, fondasinya sederhana:

  1. 01Pahami Species
  2. 02Tentukan Product Form
  3. 03Pahami Buyer
  4. 04Kunci Specification
  5. 05Cek Compliance
  6. 06Hitung Harga dan Kirim Penawaran

Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak lagi hanya menjual:

  • kayu manis dari Indonesia.
  • Tetapi menawarkan:
  • Indonesian Cassia dengan origin, specification, quality control, dan traceability yang jelas.

Referensi

  • Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Perkebunan: informasi *Cinnamomum burmanni*, daerah produksi Sumatera Barat dan Jambi/Kerinci.
  • Royal Botanic Gardens, Kew, Plants of the World Online: accepted taxonomy *Cinnamomum burmanni* dan *Cinnamomum verum*.
  • International Organization for Standardization: ISO 6538 untuk cassia tipe Chinese, Indonesian, dan Vietnamese serta status revisinya.
  • UN Statistics Division, HS Classification: struktur HS 0906 untuk cinnamon.
  • World Bank WITS / UN Comtrade: statistik ekspor HS 090620 Indonesia tahun 2024.
  • Badan Karantina Indonesia: pemeriksaan ekspor 10 ton kayu manis ke Jerman pada Mei 2026.
  • U.S. FDA, Foreign Supplier Verification Programs: kewajiban verification oleh importir pangan yang berada dalam cakupan FSVP.
  • U.S. FDA, Import Alert 99-42: heavy-metal contamination dan entri terkait cassia/cinnamon, termasuk perusahaan tertentu asal Indonesia.
  • U.S. FDA, Food Defect Levels Handbook: defect guidance untuk ground cinnamon.
  • European Union, Regulation (EC) No 1334/2008: ketentuan coumarin pada kategori compound food tertentu.
  • Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: tata laksana PEB dan dokumen pelengkap ekspor.
  • Kementerian Perdagangan RI, e-SKA: Certificate of Origin/SKA Preferensi dan Non Preferensi.
  • JDIH Kementerian Perdagangan: Permendag Nomor 12 Tahun 2026 sebagai perubahan kelima Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Referensi cepat

Pertanyaan umum

Apakah kayu manis Indonesia termasuk Cassia?

Mayoritas kayu manis yang dikembangkan dan diekspor Indonesia adalah Cinnamomum burmanni, yang termasuk Indonesian-type cassia. Kementerian Pertanian menyebut jenis tersebut sebagai tanaman kayu manis yang terutama dikembangkan di Indonesia.

Apa beda Indonesian Cassia dan Ceylon Cinnamon?

Indonesian cassia umumnya berasal dari Cinnamomum burmanni, sedangkan Ceylon cinnamon berasal dari Cinnamomum verum/zeylanicum. Keduanya mempunyai struktur bark, karakter flavor dan positioning market yang berbeda.

Apa itu Korintje Cinnamon?

Korintje merupakan salah satu nama perdagangan yang digunakan untuk Indonesian cassia, terutama yang berkaitan dengan supply dari wilayah Sumatra.

Apakah Kerinci Cinnamon termasuk Cassia?

Ya. Kayu manis Cinnamomum burmanni dari wilayah Kerinci termasuk Indonesian cassia.

Produk cassia apa yang bisa diekspor?

Produk dapat berupa long stick, cut stick, split bark, broken cassia, chips, crushed cassia dan cassia powder.

HS Code Indonesian Cassia stick berapa?

Untuk cassia yang neither crushed nor ground, klasifikasi HS internasional umumnya berada pada 0906.19.

HS Code cassia powder berapa?

Untuk cinnamon/cassia yang crushed atau ground, klasifikasi internasional berada pada 0906.20.

Broken cassia masuk HS 090619 atau 090620?

Tergantung kondisi aktual produk. “Broken” tidak otomatis berarti “crushed”. Bila produk masih berupa identifiable bark pieces dan belum crushed/ground, klasifikasinya dapat berbeda dari powder atau crushed cinnamon. Verifikasi melalui BTKI/INSW sebelum deklarasi ekspor.

Apakah Indonesian Cassia perlu phytosanitary?

Tergantung product form dan requirement negara tujuan. Verifikasi harus dilakukan per shipment.

Apakah cassia harus difumigasi?

Tidak selalu. Requirement fumigation bergantung pada destination country, buyer dan phytosanitary requirement.

Apakah cassia powder lebih mahal daripada stick?

Tidak selalu. Harga bergantung pada raw material, grade, processing, yield, testing, packaging dan target buyer.

Apa parameter terpenting untuk buyer?

Tergantung end use. Whole-stick buyer dapat fokus pada appearance dan dimensions, sedangkan food ingredient buyer dapat jauh lebih fokus pada moisture, volatile oil, microbiology, heavy metals dan pesticide residues.

Apakah Amerika Serikat membeli cinnamon Indonesia?

Ya. Data 2024 menunjukkan AS merupakan pasar sangat penting untuk crushed/ground cinnamon asal Indonesia.

Apakah Indonesian Cassia sama dengan Chinese Cassia?

Tidak. Keduanya termasuk kelompok cassia tetapi berasal dari species/type yang berbeda. ISO 6538 secara terpisah mengakui Chinese, Indonesian dan Vietnamese types.

FUTRA Handbook #002PDF tersedia

Indonesian Cassia Cinnamon Handbook

Handbook lanjutan mengenai product knowledge, quality control, buyer requirements, compliance, costing, supplier validation, dan FUTRA Field Notes.