Lewati ke konten utama
Kembali ke artikel

Panduan Produk Ekspor #DIGITAL

Panduan Ekspor Jahe Indonesia

Panduan lengkap jahe Indonesia untuk ekspor: perbedaan jahe gajah, emprit dan merah, fresh ginger, dried ginger, powder, spesifikasi buyer, HS Code, pasar, karantina dan dokumen ekspor.

Terbit
07 Agu 2026
Estimasi baca
9 menit baca
Penulis
Oleh FUTRA Export
Rimpang jahe Zingiber officinale

Gambar: Rubel Das · CC0 1.0

Daftar isi

Pendahuluan

Jahe atau *Zingiber officinale* bukan satu produk yang bisa ditawarkan ke semua buyer dengan specification yang sama.

Buyer fresh produce, spice importer, food manufacturer, tea company, extract manufacturer, sampai perusahaan yang membeli ginger powder mempunyai kebutuhan berbeda.

Karena itu pertanyaan pertama eksportir seharusnya bukan:

  • “Jahe Indonesia bisa diekspor ke negara mana?”
  • Tetapi:
  • “Jahe jenis apa, dalam bentuk apa, dan akan digunakan buyer untuk apa?”

Indonesia Punya Beberapa Jenis Jahe

Kementerian Pertanian mengenal tiga kelompok jahe yang umum di Indonesia: jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah. Karakter rimpang dan penggunaannya berbeda.

JenisKarakter UmumPenggunaan
Jahe GajahRimpang besar, gemuk, rasa relatif lebih ringanFresh market, culinary, processing
Jahe EmpritLebih kecil, lebih pedas, aroma lebih kuatDried spice, extraction, herbal
Jahe MerahRimpang kecil kemerahan, aroma dan rasa kuatHerbal, extraction, processed product

Namun nama varietas saja belum cukup untuk membuat quotation.

Buyer biasanya lebih tertarik pada product form + specification + consistency daripada sekadar mendengar:

“We have premium Indonesian ginger.”

Fresh Ginger, Dried Ginger, dan Powder Itu Bisnis Berbeda

Jahe Indonesia dapat diperdagangkan dalam beberapa bentuk.

Fresh Ginger

Fresh ginger biasanya ditawarkan sebagai whole rhizome.

Buyer dapat memperhatikan:

  • variety
  • maturity
  • size
  • weight per rhizome
  • skin condition
  • cleanliness
  • soil residue
  • mold
  • rot
  • pest damage
  • sprouting
  • packaging
  • storage condition

Fresh ginger mempunyai tantangan logistik lebih tinggi karena produk masih mempunyai kadar air tinggi dan mengalami perubahan selama perjalanan.

Artinya, exporter harus memikirkan bukan hanya harga per kilogram, tetapi juga sorting, washing, curing bila digunakan, ventilation, packaging, transit time, dan destination requirement.

Dried Ginger

Dried ginger dapat dijual sebagai:

  • whole dried ginger
  • split
  • slices
  • cut pieces
  • chips

Untuk dried ginger, buyer mulai lebih banyak memperhatikan parameter seperti:

  • moisture
  • foreign matter
  • volatile oil
  • cleanliness
  • color
  • aroma
  • insect damage
  • mold
  • microbiological condition
  • pesticide residues

ISO saat ini mempunyai ISO 1003:2025 yang secara khusus mencakup dried ginger dalam bentuk whole/pieces dan ground. Codex juga mempunyai standar CXS 343-2021 untuk dried or dehydrated ginger.

Ini bukan berarti setiap buyer otomatis memakai angka specification yang identik.

Prinsipnya tetap:

international reference + destination regulation + buyer specification.

Ginger Powder

Ketika jahe berubah menjadi powder, buyer tidak lagi bisa menilai bentuk rimpang secara visual.

Karena itu parameter seperti berikut menjadi lebih penting:

  • moisture
  • mesh size
  • volatile oil
  • microbiology
  • foreign matter
  • pesticide residues
  • heavy metals
  • adulteration control
  • color
  • aroma

Kalau buyer bertanya:

  • “Can you supply ginger powder?”
  • jawaban berikutnya seharusnya bukan langsung harga.

Tanyakan dulu:

“What mesh size and specification do you require?”

Jangan Menentukan Kualitas dari Nama Grade Saja

Sama seperti banyak komoditas lain, istilah seperti:

  • Grade A
  • Super
  • Premium
  • Export Quality
  • Large Size

belum tentu mempunyai arti yang sama antara satu supplier dan supplier lainnya.

Lebih aman mengubah grade menjadi parameter yang dapat diperiksa.

Contoh untuk fresh ginger:

ParameterBuyer Specification
ProductFresh Ginger
VarietyAs agreed
SizeAs agreed
WeightAs agreed
AppearanceClean, sound rhizome
DefectAs agreed
PackagingAs agreed

Untuk dried ginger:

ParameterBuyer Specification
FormWhole / Slice / Cut
MoistureAs agreed
Foreign MatterAs agreed
Volatile OilAs agreed
ColorAs agreed
MicrobiologyAs required
PackagingAs agreed

Dengan begitu buyer dan seller tidak bergantung pada interpretasi kata “premium”.

HS Code Jahe

Dalam Harmonized System, ginger berada di heading 0910.

Struktur HS internasional membedakan:

HS CodeDescription
0910.11Ginger, neither crushed nor ground
0910.12Ginger, crushed or ground

Secara praktis:

  • Fresh ginger / dried whole atau pieces yang masih neither crushed nor ground → working HS 0910.11
  • Crushed atau ground ginger / ginger powder → working HS 0910.12

Tetapi jangan menentukan HS hanya dari nama marketing.

Bentuk dan kondisi barang aktual tetap harus diperiksa sebelum PEB.

Apakah Jahe Indonesia Benar-Benar Punya Pasar Ekspor?

Ya, tetapi data harus dibaca dengan benar.

World Bank WITS berbasis UN Comtrade mencatat Indonesia mengekspor ginger pada 2024 sekitar USD 8,51 juta dengan volume sekitar 8,40 juta kg. Dalam dataset tersebut, tujuan penting antara lain Bangladesh, Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, dan beberapa pasar lainnya.

Namun ada caveat penting.

Dataset WITS tersebut menggunakan nomenklatur HS lama 091010, Ginger, sehingga tidak memisahkan secara bersih fresh ginger, dried whole ginger, dan ginger powder seperti struktur HS yang lebih baru.

Jadi jangan mengambil angka tersebut lalu mengatakan:

  • “Indonesia mengekspor fresh jahe senilai USD 8,5 juta.”
  • Datanya tidak sespesifik itu.

Data pasar harus dibaca sesuai level HS yang digunakan.

Siapa Buyer Jahe Indonesia?

Buyer dapat datang dari berbagai segmen.

BuyerKebutuhan Umum
Fresh Produce ImporterFresh ginger, size, appearance, shelf life
Spice ImporterWhole/dried ginger, consistency
Food ManufacturerSpecification + food safety
Tea ManufacturerCut, slice, dried ginger
Seasoning CompanyPowder / dried ingredient
Extract ManufacturerAroma, volatile components
Retail DistributorAppearance + packaging
Private Label BrandFinished consumer product

Karena itu buyer search seharusnya dilakukan setelah product form ditentukan.

Kalau produk kita fresh jahe gajah, buyer persona-nya tidak sama dengan perusahaan yang membeli dried ginger untuk extraction.

Phytosanitary dan Karantina

Untuk komoditas tumbuhan seperti jahe, requirement phytosanitary harus dilihat berdasarkan:

product form + destination country + import requirement.

Badan Karantina Indonesia menjelaskan bahwa komoditas ekspor tumbuhan diperiksa agar memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan, dan Phytosanitary Certificate diterbitkan ketika persyaratan fitosanitari yang relevan telah dipenuhi.

Pada 2026, Barantin juga mencatat fasilitas pengolahan rempah yang menangani komoditas termasuk jahe, kayu manis, kunyit, dan cengkeh untuk pasar ekspor.

Artinya, jangan membuat aturan simplistik seperti:

  • “Semua jahe wajib phytosanitary dengan prosedur yang sama.”
  • Requirement perlu dicek berdasarkan shipment aktual.

Fresh rhizome dan ginger powder jelas mempunyai risk profile dan regulatory treatment yang berbeda.

Hal yang sama berlaku untuk fumigation atau treatment tertentu.

Jangan melakukan treatment hanya karena supplier mengatakan:

  • “biasanya ekspor begini.”
  • Cek requirement negara tujuan terlebih dahulu.

Food Safety untuk Dried Ginger dan Powder

Semakin jauh produk diolah, perhatian buyer terhadap food safety biasanya semakin besar.

Untuk dried ginger atau ginger powder, buyer dapat meminta:

  • Certificate of Analysis
  • microbiological test
  • pesticide-residue test
  • heavy-metal test
  • traceability
  • sanitation control
  • HACCP atau food-safety system tertentu
  • certification tertentu sesuai pasar

Tetapi jangan menulis:

“Semua ekspor ginger wajib HACCP.”

Tidak ada satu certification checklist yang otomatis berlaku untuk seluruh buyer dan negara.

Requirement final berasal dari kombinasi:

product + buyer + destination regulation.

Dokumen Ekspor Jahe

Dokumen dasar shipment umumnya dapat mencakup:

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • PEB
  • NPE
  • Bill of Lading / Air Waybill
  • Certificate of Origin bila diperlukan
  • Phytosanitary Certificate bila required
  • Certificate of Analysis sesuai buyer
  • laboratory report sesuai requirement
  • treatment/fumigation certificate bila required

Payung kebijakan ekspor Indonesia saat ini tetap mengacu pada Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor, yang terakhir telah mengalami perubahan kelima melalui Permendag Nomor 12 Tahun 2026, dan keduanya tercatat berlaku.

Namun jangan membaca regulasi hanya dari nama produk.

Status lartas dan persyaratan ekspor harus dicek berdasarkan HS Code delapan digit barang aktual ketika shipment akan dilakukan.

Workflow Ekspor Jahe yang Lebih Aman

Urutannya dapat dibuat sederhana:

  1. 01Product Form
  2. 02Supplier
  3. 03Buyer End Use
  4. 04Specification
  5. 05Destination Requirement
  6. 06Sample
  7. 07Costing
  8. 08Agreement
  9. 09QC
  10. 10Documentation
  11. 11Shipment

Bukan:

  1. 01Punya Jahe
  2. 02Lihat Harga Luar Negeri
  3. 03Cari Buyer
  4. 04Baru Cek Produknya

Contohnya, buyer mengatakan membutuhkan ginger untuk tea manufacturing.

Eksportir perlu menggali:

  • fresh atau dried?
  • whole, slice, atau cut?
  • variety?
  • moisture requirement?
  • size?
  • microbiology?
  • pesticide-residue requirement?
  • packaging?
  • annual volume?

Baru setelah itu harga dapat dihitung dengan benar.

Kesimpulan

Peluang ekspor jahe Indonesia bukan hanya soal Indonesia bisa menghasilkan banyak jahe.

Nilai bisnis muncul ketika eksportir mampu mengubah komoditas menjadi produk yang jelas identitasnya, jelas bentuknya, jelas specification-nya, dan sesuai dengan penggunaan buyer.

Jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah mempunyai karakter berbeda. Fresh ginger, dried ginger, dan ginger powder juga mempunyai buyer, risiko, HS Code, quality control, dan persiapan ekspor yang berbeda.

Jadi jangan hanya menawarkan:

  • “Indonesian Ginger.”
  • Tawarkan:

Indonesian Ginger dengan product form, specification, origin, quality control, dan traceability yang jelas.

Referensi

  • Kementerian Pertanian RI: klasifikasi umum jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah.
  • United Nations Statistics Division: HS 091011 untuk ginger neither crushed nor ground dan 091012 untuk crushed or ground.
  • ISO, ISO 1003:2025: specification untuk whole/pieces dan ground dried ginger.
  • Codex Alimentarius, CXS 343-2021: standard untuk dried or dehydrated ginger.
  • World Bank WITS / UN Comtrade: data ekspor ginger Indonesia 2024.
  • Badan Karantina Indonesia: pemenuhan persyaratan phytosanitary komoditas tumbuhan dan fasilitas ekspor rempah.
  • JDIH Kementerian Perdagangan: Permendag 23 Tahun 2023 dan perubahan kelima melalui Permendag 12 Tahun 2026.

Referensi cepat

Pertanyaan umum

Ada berapa jenis jahe di Indonesia?

Kementerian Pertanian secara umum membagi jahe yang banyak dikenal di Indonesia menjadi tiga kelompok berdasarkan karakter rimpang: jahe gajah/putih besar, jahe emprit/putih kecil, dan jahe merah.

Apa beda jahe gajah dan jahe emprit?

Jahe gajah memiliki rimpang lebih besar dan rasa relatif lebih ringan. Jahe emprit mempunyai rimpang lebih kecil serta aroma dan rasa lebih kuat.

Apa beda jahe emprit dan jahe merah?

Keduanya cenderung mempunyai rimpang kecil dan flavor kuat, tetapi jahe merah mempunyai kulit/rimpang berwarna jingga hingga merah dan umumnya dikenal mempunyai aroma serta rasa yang sangat kuat.

Jahe apa yang cocok untuk fresh export?

Jahe gajah sangat relevan karena ukurannya besar dan dapat digunakan dalam kondisi fresh. Namun final choice tetap harus mengikuti buyer specification.

Jahe apa yang cocok untuk essential oil?

Jahe emprit dan jahe merah banyak dikaitkan Kementerian Pertanian dengan pemanfaatan minyak atsiri/extraction karena karakter aromatiknya.

Apa HS Code fresh ginger?

Pada tingkat HS internasional modern, ginger yang neither crushed nor ground berada pada 0910.11. Kode nasional tetap perlu diverifikasi melalui BTKI/INSW.

HS Code ginger powder?

Ginger yang crushed or ground berada pada 0910.12.

Apakah dried ginger masuk HS 091011?

Jika dried ginger masih whole atau identifiable pieces dan belum crushed/ground, dapat berada dalam kategori neither crushed nor ground. Verifikasi final tetap diperlukan berdasarkan kondisi aktual barang.

Apakah jahe membutuhkan Phytosanitary Certificate?

Kebutuhannya harus diperiksa terhadap bentuk produk dan negara tujuan. Sistem Karantina Indonesia menyediakan Phytosanitary Certificate for Export setelah tindakan karantina apabila relevan terhadap requirement ekspor.

Apakah jahe wajib fumigasi?

Tidak ada satu requirement universal untuk seluruh shipment. Treatment mengikuti persyaratan negara tujuan atau hasil tindakan karantina.

Apakah Indonesia punya standar jahe kering?

Ya. SNI 3393:2024, Jahe kering berstatus berlaku.

Apakah ada standar internasional ginger?

Ya. ISO 1003:2025 mengatur specification untuk whole/pieces dan ground dried ginger.

Berapa produksi jahe Indonesia?

Data BPS yang dikutip IPB University menunjukkan sekitar 190,26 ribu ton pada 2024 dan 168,97 ribu ton pada 2025.

Indonesia ekspor jahe ke mana?

Data WITS/UN Comtrade 2024 menunjukkan tujuan antara lain Bangladesh, Malaysia, Amerika Serikat, Singapore, Jepang, UAE dan pasar lainnya. Dataset tersebut menggunakan nomenklatur lama ginger yang belum memisahkan seluruh bentuk produk modern.

FUTRA Handbook #DIGITALPDF tersedia

Indonesian Ginger Handbook

Handbook lanjutan mengenai product knowledge, quality control, buyer requirements, compliance, costing, supplier validation, dan FUTRA Field Notes.