Lewati ke konten utama
Kembali ke artikel

Panduan Produk Ekspor #DIGITAL

Panduan Ekspor Ketumbar Indonesia

Panduan memahami ekspor ketumbar dari whole coriander seed hingga ground coriander, spesifikasi buyer, HS Code, food safety, origin, phytosanitary, MRL, dan dokumen ekspor.

Terbit
10 Agu 2026
Estimasi baca
14 menit baca
Penulis
Oleh FUTRA Export
Biji ketumbar atau whole coriander seeds yang disiapkan untuk cleaning, grading, processing, dan kebutuhan pasar ekspor.

Gambar: FUTRA Export · Media reference

Daftar isi

Pendahuluan

Ketumbar merupakan salah satu rempah yang sangat familiar di Indonesia.

Nama ilmiahnya adalah *Coriandrum sativum L.* Kementerian Pertanian mencatat tanaman ini sebagai tanaman semusim yang dibudidayakan secara relatif terbatas, terutama di daerah dataran tinggi. Koleksi plasma nutfah ketumbar Indonesia juga pernah tercatat berasal dari wilayah seperti Jember, Cipanas, Kadipekso, Temanggung, Madiun, dan beberapa daerah Sumatra.

Tetapi familiar sebagai bumbu dapur bukan berarti Indonesia merupakan eksportir besar ketumbar.

Data World Bank WITS berbasis UN Comtrade untuk 2024 mencatat Indonesia mengimpor sekitar 26,06 juta kg biji ketumbar senilai USD 17,59 juta. Pada periode yang sama, ekspor yang tercatat dari Indonesia hanya sekitar 168.390 kg senilai USD 589,82 ribu. Dataset WITS tersebut memakai nomenklatur HS lama 090920, Seeds of coriander, sehingga whole dan ground belum dipisahkan seperti pada struktur HS terbaru.

ツサ Indonesia memang mengekspor ketumbar, tetapi supply chain domestiknya juga sangat bergantung pada bahan baku impor.

Karena itu jangan mulai bisnis dengan pertanyaan:

  • “Harga ketumbar ekspor berapa per ton?”
  • Buyer akan lebih dahulu melihat:

origin + product form + purity + moisture + aroma + foreign matter + microbiology + pesticide residue + processing + packaging.

Ketumbar yang Dijual Itu Whole Seed atau Ground?

Hal pertama yang harus dikunci adalah product form.

Dalam perdagangan internasional, biji ketumbar dibedakan menjadi dua kelompok utama:

Product FormKarakter
Whole Coriander SeedsBiji utuh, belum crushed atau ground
Crushed / Ground CorianderBiji sudah dihancurkan atau menjadi powder

Struktur HS internasional saat ini memang memisahkan keduanya. HS 090921 digunakan untuk coriander seeds yang neither crushed nor ground, sedangkan HS 090922 digunakan untuk coriander seeds yang crushed or ground.

Perbedaan ini bukan sekadar HS Code.

Whole seed dan ground coriander mempunyai:

processing + food-safety risk + oxidation risk + shelf life + packaging + buyer

yang berbeda.

Jadi quotation:

  • “Coriander Seed, USD X/MT”
  • belum tentu cukup.

Lebih jelas:

Whole Coriander Seeds — *Coriandrum sativum L.* — Cleaned & Graded, Food Grade

atau:

Ground Coriander Powder — *Coriandrum sativum L.* — Food Grade

Jangan Campur Coriander Seed dengan Fresh Coriander Leaf

Dalam pembicaraan sehari-hari, *Coriandrum sativum* juga menghasilkan daun yang dikenal secara internasional sebagai coriander leaf atau cilantro.

Tetapi artikel ini membahas dried coriander seeds sebagai rempah.

Fresh leaf mempunyai:

  • product form berbeda
  • perishability berbeda
  • cold-chain berbeda
  • HS classification berbeda
  • phytosanitary risk berbeda
  • buyer berbeda

Jadi ketika buyer mengatakan:

  • “We need coriander.”
  • jangan langsung mengirim harga.

Tanyakan:

seed atau leaf? whole atau ground?

Buyer Tidak Membeli “Ketumbar Grade A”

Istilah seperti:

  • Premium
  • Export Quality
  • Grade A
  • Super Quality

tidak menjelaskan cukup banyak.

ISO mempunyai standar khusus **ISO 2255:1996, Coriander (*Coriandrum sativum L.*), whole or ground (powdered), Specification. ISO menyatakan standar tersebut mencakup ketumbar dalam bentuk whole maupun ground serta memberikan rekomendasi terkait storage dan transportation. Versi 1996 masih menjadi edisi terbit saat ini, tetapi ISO sedang mengembangkan revisi baru sebagai ISO/AWI 2255**.

Buyer tetap dapat mempunyai internal specification sendiri.

Parameter quotation dapat dibuat seperti:

ParameterBuyer Specification
Species*Coriandrum sativum L.*
ProductWhole / Ground
OriginAs declared
Crop YearAs required
ColorAs agreed
AromaCharacteristic
MoistureAs agreed
PurityAs agreed
Foreign MatterWithin tolerance
Broken SeedsAs agreed
Insect DamageWithin tolerance
MicrobiologyAs required
Pesticide ResidueDestination compliant
PackagingAs agreed

Dengan begitu QC mempunyai dasar yang jelas.

Bukan:

“menurut supplier barangnya bagus.”

Codex Ketumbar Sedang Berubah

Ada satu detail yang perlu diketahui supaya eksportir tidak salah mengutip standar.

Codex Alimentarius memang sedang menyusun Standard for Spices in the Form of Dried Seeds, Requirements for Coriander. Draft tersebut dibahas oleh Codex Committee on Spices and Culinary Herbs pada 2025. Per Agustus 2026, Codex menyatakan standar coriander tersebut termasuk pekerjaan yang akan diajukan untuk adopsi pada CAC49, sehingga jangan dipresentasikan seolah sudah menjadi final adopted Codex commodity standard.

Cleaning Lebih Penting daripada Sekadar Ukuran Biji

Ketumbar merupakan produk pertanian kering.

Raw material dapat membawa:

  • dust
  • stalk
  • stone
  • seed dari tanaman lain
  • damaged seed
  • insect contamination
  • foreign matter lainnya

Karena itu exporter yang bermain di whole seed perlu memahami proses:

  1. 01Raw Material
  2. 02Cleaning
  3. 03Sieving
  4. 04Grading
  5. 05Metal Control bila Digunakan
  6. 06Packing

Buyer bisa meminta tingkat purity dan foreign matter tertentu.

ISO 2255 memang secara khusus dibuat untuk menetapkan requirements coriander whole dan ground. Untuk metode pemeriksaan rempah secara umum, BSN juga memiliki berbagai adopsi ISO terkait pengujian spices, termasuk standar untuk penentuan extraneous matter dan foreign matter.

Jadi supplier yang hanya mengatakan:

  • “bijinya besar.”
  • belum menjawab apakah barang sudah food-grade.

Ground Coriander Punya Risiko Lebih Tinggi

Mengubah whole seed menjadi powder bukan hanya menambah mesin grinder.

Begitu produk digiling:

surface area meningkat + produk lebih sulit diperiksa secara visual + aroma lebih mudah berubah + contamination control menjadi semakin penting.

Karena itu ground coriander membutuhkan perhatian lebih pada:

  • raw material control
  • grinder cleanliness
  • cross contamination
  • foreign material control
  • microbiology
  • packaging barrier
  • lot identification

FDA sendiri memiliki catatan import alert terhadap ground/cracked coriander karena temuan Salmonella pada supplier tertentu, dan studi keamanan spices FDA juga memasukkan coriander dalam kelompok spices yang diuji terhadap Salmonella. Ini bukan berarti semua coriander terkontaminasi, tetapi menunjukkan mengapa microbiological specification penting pada produk rempah.

“Kering” Bukan Berarti Otomatis Aman

Spices termasuk produk low-moisture.

Tetapi low moisture bukan berarti pathogen tidak perlu dikontrol.

Codex saat ini menggunakan CXC 75-2015, Code of Hygienic Practice for Low-Moisture Foods, dan guidance khusus spices yang sebelumnya berdiri sendiri telah diintegrasikan ke framework low-moisture foods tersebut.

Karena itu buyer food industry dapat meminta:

  • Total Plate Count
  • yeast & mold
  • *Salmonella*
  • *E. coli*
  • parameter microbiology lain sesuai market atau end use

Jangan membuat satu universal limit sendiri.

Gunakan specification buyer dan regulation destination.

Buyer tertentu juga dapat meminta pathogen-reduction treatment atau evidence bahwa processing system mampu mengontrol hazard. FDA mencatat bahwa banyak spices yang masuk Amerika Serikat menjalani pathogen-reduction treatment sebelum mencapai konsumen.

Moisture dan Storage Harus Dikontrol

Rempah kering harus dilindungi dari moisture pickup selama penyimpanan dan transportasi.

Kalau produk menyerap kelembapan:

  • quality deterioration + mold risk + aroma degradation + caking pada powder
  • bisa meningkat.

ISO 2255 secara eksplisit mencakup rekomendasi storage dan transport untuk coriander, sehingga moisture management bukan hanya masalah ketika drying selesai.

Supply chain-nya lebih masuk akal dibaca sebagai:

  1. 01Raw Seed
  2. 02Cleaning
  3. 03Dry/Conditioning bila Required
  4. 04Grading
  5. 05Processing
  6. 06QC
  7. 07Packing
  8. 08Dry Storage
  9. 09Shipment

Bukan:

  1. 01**selesai digiling
  2. 02masuk karung
  3. 03taruh di gudang apa saja.**

Mycotoxin dan Pesticide Residue Jangan Dilupakan

Codex mempunyai CXC 78-2017, Code of Practice for the Prevention and Reduction of Mycotoxins in Spices. Artinya mycotoxin memang merupakan salah satu hazard yang diakui dalam supply chain spices secara internasional.

Tetapi parameter testing dan limit jangan digeneralisasi untuk semua buyer.

Begitu pula pesticide residue.

Untuk pasar Uni Eropa, Maximum Residue Levels berada di bawah Regulation (EC) No 396/2005, yang masih berlaku dan mempunyai consolidated version terbaru pada Mei 2026. European Commission juga menyediakan EU Pesticides Database untuk pencarian MRL berdasarkan active substance dan food commodity.

Jadi kalau sourcing langsung dari kebun:

  1. 01Pesticide Programme
  2. 02Application Record
  3. 03Harvest
  4. 04Lot
  5. 05Residue Requirement Destination

harus mulai dipikirkan dari hulu.

Bukan setelah buyer meminta COA.

HS Code Ketumbar

Pada struktur HS internasional saat ini:

HSProduk
090921Coriander seeds, neither crushed nor ground
090922Coriander seeds, crushed or ground

Keduanya berada dalam Heading 0909, Seeds of anise, badian, fennel, coriander, cumin, caraway or juniper.

Jadi:

  • whole coriander ≠ coriander powder
  • secara klasifikasi.

Kalau produk sudah berubah menjadi:

  • seasoning blend
  • curry blend
  • mixed spices
  • formulated food preparation

jangan otomatis memakai HS coriander.

Komposisi dan product form perlu dianalisis kembali.

Reality Check: Indonesia Justru Importir Besar Ketumbar

Data WITS/UN Comtrade 2024 memberikan gambaran yang cukup jelas.

Indonesia mencatat impor kelompok coriander seeds sekitar:

  • 26.061.000 kg
  • dengan nilai:
  • USD 17,59 juta.

Supplier utamanya antara lain Rusia, Bulgaria, Ukraina, Argentina, dan India. Rusia sendiri memasok sekitar 16,3 juta kg dalam dataset tersebut.

Sebaliknya, ekspor kelompok coriander seeds dari Indonesia pada 2024 hanya sekitar:

  • 168.390 kg
  • senilai sekitar:
  • USD 589,82 ribu.
  • Ada caveat:

WITS pada dataset ini memakai HS 090920 dalam nomenklatur HS lama, sehingga angka tersebut belum memisahkan whole dan ground seperti HS 090921 dan 090922 pada nomenklatur modern.

Artinya jangan membuat klaim:

“Indonesia produsen ketumbar besar.”

Data perdagangan justru menunjukkan kebutuhan domestik masih sangat ditopang impor.

Jadi Apa Peluang Indonesia?

Kalau raw material Indonesia belum mampu bersaing volume dengan origin besar, value proposition tidak harus berhenti pada budidaya.

Opportunity bisa dibangun pada:

cleaning + sorting + grading + grinding + pathogen control + packaging + private label + spice blending.

India, misalnya, mengekspor sekitar 65 juta kg coriander seeds pada dataset WITS 2024 dan merupakan eksportir terbesar dalam kelompok tersebut. Negara tujuan besarnya termasuk Malaysia, UAE, Amerika Serikat, Saudi Arabia, dan Inggris.

Jadi kompetisi commodity bulk sangat nyata.

Eksportir Indonesia perlu menjawab:

  • Kenapa buyer harus membeli dari Indonesia?
  • Bukan sekadar:
  • “Indonesia negara rempah.”

Hati-Hati dengan Klaim “Indonesian Origin”

Ini sangat penting karena Indonesia mengimpor ketumbar dalam volume besar.

Ada tiga konsep yang jangan dicampur:

  • exported from Indonesia
  • processed in Indonesia
  • origin Indonesia

Barang bisa saja diekspor dari Indonesia setelah melalui suatu proses, tetapi status origin untuk kepentingan Certificate of Origin atau tarif preferensi harus mengikuti applicable Rules of Origin.

Kemendag mempunyai ketentuan khusus mengenai Rules of Origin dan penerbitan Surat Keterangan Asal berdasarkan masing-masing trade agreement, misalnya ATIGA untuk ASEAN maupun perjanjian dengan Jepang dan UAE.

Jadi kalau raw coriander seed berasal dari luar negeri lalu hanya:

  • repack
  • atau:
  • cleaning sederhana
  • jangan otomatis menuliskan:
  • Product of Indonesia
  • tanpa mengecek origin criteria.

Siapa Buyer Ketumbar?

Buyer bisa berbeda berdasarkan apa yang mereka lakukan setelah menerima barang.

BuyerFokus Utama
Spice ImporterPrice, origin, specification
Spice ProcessorPurity, cleaning, processing consistency
Seasoning ManufacturerAroma, microbiology, consistency
Food ManufacturerFood safety dan batch consistency
Wholesale DistributorPrice dan packaging
Retail Spice BrandPowder quality, label, packaging
Private Label BuyerFinished product specification
HORECA DistributorTaste profile dan pack size

Buyer yang membutuhkan coriander untuk curry powder bisa mempunyai requirement berbeda dari buyer yang menjual whole seed ke supermarket.

Karena itu jangan cari:

  • “spice importer.”
  • terlalu luas.

Lebih baik:

  • whole coriander seed importer
  • atau:
  • ground coriander seasoning manufacturer
  • sesuai SKU yang tersedia.

Pasar Amerika Serikat: Food Safety Sangat Penting

Kalau menjual food-grade coriander ke Amerika Serikat, importernya dapat masuk ke sistem Foreign Supplier Verification Programs atau FSVP.

FDA mewajibkan FSVP importer melakukan evaluasi hazard dan supplier performance, menentukan verification activity, serta menggunakan approved foreign supplier sesuai sistem mereka.

Jadi buyer US mungkin meminta lebih dari sekadar:

  • COA sekali.
  • Mereka bisa meminta:
  • facility information
  • process flow
  • hazard analysis
  • supplier history
  • microbiological specification
  • corrective-action system
  • traceability
  • testing evidence

Apalagi FDA mempunyai histori temuan Salmonella pada spices termasuk coriander.

Pasar Uni Eropa: MRL Perlu Diperiksa per Active Substance

Untuk EU, jangan menggunakan kalimat:

  • “pesticide residue harus nol.”
  • MRL tidak bekerja sesederhana itu.

EU menggunakan Regulation (EC) No 396/2005, dan batasnya bergantung pada kombinasi food commodity dan active substance. Versi consolidated regulation yang berlaku telah diperbarui hingga 12 Mei 2026.

Jadi workflow yang benar adalah:

  1. 01Destination
  2. 02Active Substance
  3. 03Applicable MRL
  4. 04Supplier Control
  5. 05Testing bila Required

Bukan menggunakan satu laboratory panel yang sama untuk setiap market.

Phytosanitary: Tergantung Barang dan Negara Tujuan

Coriander seed merupakan produk tumbuhan.

Badan Karantina Indonesia menjelaskan bahwa dalam ekspor komoditas tumbuhan, pemeriksaan, pengawasan, dan penerbitan Phytosanitary Certificate digunakan untuk menjamin komoditas memenuhi standar serta persyaratan negara tujuan.

Tetapi jangan membuat kesimpulan:

  • “semua ketumbar pasti wajib phyto.”
  • Requirement harus dicek berdasarkan:
  • product form + level of processing + destination + intended use.

Whole seed untuk food, ground coriander powder, dan seed untuk planting dapat mempunyai quarantine treatment berbeda.

Jadi sebelum quotation final:

cek requirement negara tujuan terlebih dahulu.

Dokumen Ekspor Ketumbar

Tergantung product form, origin, buyer, dan destination, dokumen dapat mencakup:

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • PEB
  • NPE
  • Bill of Lading / Air Waybill
  • Certificate of Origin bila applicable
  • Phytosanitary Certificate bila required
  • Certificate of Analysis
  • microbiological test report bila required
  • pesticide residue report bila required
  • mycotoxin test bila required
  • treatment certificate bila required
  • Certificate of Fumigation bila benar-benar dipersyaratkan
  • traceability / batch record
  • manufacturer declaration sesuai buyer

Payung umum kebijakan ekspor Indonesia saat ini tetap Permendag Nomor 23 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor, yang terakhir telah mengalami perubahan kelima melalui Permendag Nomor 12 Tahun 2026 dan berstatus berlaku.

Final requirement jangan ditentukan hanya berdasarkan:

  • “ini rempah.”
  • Gunakan:

product form + HS + origin + destination + food-safety requirement + buyer specification.

Workflow Ekspor Ketumbar yang Lebih Aman

Alurnya bisa dibuat:

  1. 01Origin
  2. 02Product Form
  3. 03Buyer Segment
  4. 04Specification
  5. 05Supplier
  6. 06Cleaning/Processing
  7. 07Food-Safety Control
  8. 08Sample
  9. 09Costing
  10. 10Contract
  11. 11Production
  12. 12QC
  13. 13Documentation
  14. 14Shipment

Kalau bahan bakunya imported:

  1. 01Imported Raw Material
  2. 02Origin Verification
  3. 03Processing
  4. 04Rules-of-Origin Check
  5. 05Buyer Specification
  6. 06Export

Bukan:

  1. 01**beli ketumbar
  2. 02grinding
  3. 03masuk pouch
  4. 04tulis Indonesian coriander
  5. 05cari buyer.**

Misalnya buyer mengatakan:

  • “We need coriander seeds.”
  • Jangan langsung kirim harga.

Tanyakan:

  • whole atau ground?
  • *Coriandrum sativum L.*?
  • required origin?
  • food grade atau seed for planting?
  • crop year?
  • purity?
  • moisture?
  • foreign matter tolerance?
  • aroma requirement?
  • microbiological requirement?
  • pesticide residue requirement?
  • pathogen reduction required?
  • packaging?
  • destination?
  • volume per shipment?

Baru setelah itu quotation mempunyai konteks.

Kesimpulan

Ketumbar merupakan produk rempah dengan pasar global yang nyata.

Tetapi untuk Indonesia, opportunity-nya harus dibaca dengan realistis.

Data 2024 menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 26 juta kg coriander seeds, sementara ekspor yang tercatat hanya sekitar 168 ribu kg pada dataset WITS/UN Comtrade dengan nomenklatur lama HS 090920.

Jadi jangan hanya membawa narasi:

  • “Indonesia kaya rempah.”
  • Untuk ketumbar, daya saing harus dibangun lewat:

origin clarity + purity + cleaning + specification + grinding quality + microbiological safety + residue control + traceability + packaging + buyer compliance.

Dan karena raw material dapat berasal dari luar Indonesia, eksportir juga harus sangat hati-hati membedakan:

  • Indonesian-grown
  • processed in Indonesia
  • exported from Indonesia

Jadi jangan hanya menawarkan:

  • “Indonesian Coriander.”
  • Tawarkan:

Coriander dengan scientific name, origin, product form, purity, food-safety specification, traceability, processing, dan market compliance yang jelas.

Referensi Utama

  • Kementerian Pertanian: identitas *Coriandrum sativum L.*, karakter budidaya, dan koleksi kultivar ketumbar Indonesia.
  • United Nations Statistics Division: HS 090921 untuk whole coriander seeds dan HS 090922 untuk crushed/ground coriander.
  • World Bank WITS / UN Comtrade: perdagangan impor dan ekspor coriander seeds Indonesia tahun 2024.
  • ISO: ISO 2255:1996 serta revisi ISO/AWI 2255 untuk coriander whole dan ground.
  • Codex Alimentarius FAO/WHO: pengembangan standard dried coriander seeds, Code of Hygienic Practice for Low-Moisture Foods, dan Code of Practice untuk mycotoxins pada spices.
  • US FDA: spice safety, Salmonella pada spices, dan Foreign Supplier Verification Programs.
  • European Union / EUR-Lex: Regulation (EC) No 396/2005 mengenai pesticide MRL.
  • Badan Karantina Indonesia: phytosanitary certification sesuai persyaratan negara tujuan.
  • Kementerian Perdagangan: Permendag 23 Tahun 2023 sebagaimana terakhir diubah melalui Permendag 12 Tahun 2026 serta ketentuan Rules of Origin/SKA.

Referensi cepat

Pertanyaan umum

Apa HS Code ketumbar?

Whole coriander seeds menggunakan HS 090921, sedangkan coriander seeds yang crushed atau ground menggunakan HS 090922 pada struktur HS internasional saat ini. Final HS delapan digit Indonesia tetap perlu diverifikasi melalui BTKI/INSW.

Apa scientific name ketumbar?

Scientific name ketumbar adalah Coriandrum sativum L. Nama tersebut juga digunakan dalam ISO 2255 untuk coriander whole dan ground.

Apakah Indonesia produsen besar ketumbar?

Data perdagangan justru menunjukkan Indonesia masih merupakan importer besar. WITS/UN Comtrade mencatat impor sekitar 26,06 juta kg pada 2024, sedangkan ekspornya sekitar 168 ribu kg pada kelompok coriander seeds dalam nomenklatur lama HS 090920.

Apakah ada standar internasional untuk ketumbar?

Ada ISO 2255:1996 untuk Coriandrum sativum L. whole atau ground, yang masih published tetapi sedang dalam proses revisi. Codex juga sedang mengembangkan standard khusus dried coriander seeds dan per Agustus 2026 standar tersebut belum boleh diperlakukan sebagai final adopted Codex commodity standard.

Apakah ketumbar perlu dites Salmonella?

Requirement final mengikuti buyer dan market, tetapi Salmonella merupakan hazard relevan pada spices. FDA memiliki histori import alert pada ground coriander terkait Salmonella dan juga memasukkan coriander dalam studi keamanan microbiological spices.

Apakah ketumbar membutuhkan Phytosanitary Certificate?

Tidak dapat digeneralisasi. Persyaratan phytosanitary ditentukan berdasarkan product form, intended use, dan negara tujuan. Badan Karantina Indonesia menerbitkan phytosanitary certification untuk memastikan produk tumbuhan memenuhi requirement negara tujuan ketika dipersyaratkan.

FUTRA Handbook #DIGITALPDF tersedia

Cara Ekspor Ketumbar Indonesia untuk Ekspor: Spesifikasi, HS Code, Buyer, dan Regulasi Handbook

Materi pendamping untuk membantu persiapan produk dan strategi ekspor.