Lewati ke konten utama
Kembali ke artikel

Panduan Produk Ekspor #005

Udang Vannamei Indonesia

Panduan lengkap udang vannamei Indonesia untuk ekspor: HOSO, HLSO, PD, PDTO, IQF, size/count, budidaya, quality control, HS Code, HACCP, food safety, buyer, pasar Amerika, Jepang, China, dan Uni Eropa.

Terbit
05 Agu 2026
Estimasi baca
10 menit baca
Penulis
Oleh FUTRA Export
Udang whiteleg atau vannamei segar

Gambar: Judgefloro · CC0 1.0

Daftar isi

Pendahuluan

Udang vannamei atau *Litopenaeus vannamei* merupakan salah satu produk perikanan yang sangat penting bagi Indonesia.

KKP mencatat bahwa udang secara keseluruhan menjadi komoditas ekspor perikanan terbesar Indonesia pada 2025, dengan nilai sekitar USD 1,87 miliar atau 29,8% dari total ekspor hasil perikanan. Namun angka tersebut mencakup kategori udang secara luas, bukan hanya vannamei.

Tetapi kalau ingin masuk bisnis ekspor vannamei, jangan mulai dari pertanyaan:

“Berapa harga udang per kilo?”

Buyer hampir tidak pernah membeli udang hanya berdasarkan berat.

Mereka membeli kombinasi:

species + product form + size/count + processing + freezing method + specification + packaging + certification.

Salah satu kombinasi berubah, harga juga bisa berubah.

Udang Vannamei Tidak Cukup Dijual sebagai “Frozen Shrimp”

Dalam praktik perdagangan, satu jenis vannamei dapat ditawarkan dalam banyak bentuk.

Istilah yang sering ditemui antara lain:

Product FormArti Umum
HOSOHead On Shell On
HLSOHeadless Shell On
PUDPeeled Undeveined
PDPeeled Deveined
PDTOPeeled Deveined Tail On
EZ PeelShell dipotong untuk memudahkan peeling
Cooked ShrimpProduk telah melalui cooking
Breaded ShrimpUdang dengan coating/breading

Indonesia juga mempunyai standar nasional untuk beberapa bentuk produk, salah satunya SNI 3457:2021, Udang kupas mentah beku, yang hingga Agustus 2026 masih tercatat berlaku di BSN.

Tetapi SNI bukan berarti seluruh buyer menggunakan specification yang identik.

Buyer tetap dapat menentukan detail produknya sendiri.

Karena itu quotation seperti:

  • “Frozen Vannamei Shrimp, USD X/kg”
  • masih terlalu umum.

Size Udang: Jangan Salah Baca Angka

Di bisnis udang, istilah seperti:

  • 16/20, 21/25, 26/30, 31/40, 41/50
  • merupakan bagian penting dari commercial specification.

Tetapi angka tersebut harus dibaca bersama count basis yang digunakan buyer.

Buyer bisa berbicara dalam pieces per pound atau sistem lain sesuai market dan produknya.

Prinsip sederhananya:

  • semakin kecil angka count, biasanya semakin besar ukuran individual shrimp.
  • Tetapi jangan mengandalkan asumsi.

Kalau buyer menulis:

  • “Need PDTO 21/25.”
  • pastikan dulu:
  • species
  • product form
  • count basis
  • net weight
  • glazing
  • treatment
  • freezing method
  • packaging

Baru setelah itu harga bisa dibandingkan secara benar.

Specification Buyer Tidak Hanya Size

Buyer dapat memperhatikan parameter seperti:

  • species
  • size/count
  • product form
  • color
  • texture
  • odor
  • broken/damaged percentage
  • black spot / melanosis
  • foreign matter
  • microbiology
  • antibiotic residues
  • chemical residues
  • glazing percentage
  • net weight
  • freezing method
  • storage temperature
  • packaging
  • labeling

Jadi jangan mengatakan:

  • “Our shrimp is export quality.”
  • Kalimat itu tidak menjelaskan apa pun.

Lebih baik mengatakan:

“Please share your required product form, size, glazing, treatment, microbiological specification, packaging, and destination market.”

Itu membuat diskusi dengan buyer jauh lebih konkret.

IQF dan Block Frozen Itu Berbeda

Freezing method juga memengaruhi cara buyer menggunakan produk.

IQF, Individually Quick Frozen

Udang dibekukan secara individual sehingga setiap piece relatif terpisah.

Produk seperti ini banyak dibutuhkan ketika buyer ingin mengambil shrimp sesuai kebutuhan tanpa mencairkan satu blok penuh.

Block Frozen

Udang dibekukan dalam satu blok.

Format ini dapat digunakan untuk kebutuhan processing atau buyer tertentu yang tidak membutuhkan setiap shrimp terpisah.

Tidak ada satu metode yang selalu lebih baik.

Pertanyaannya adalah:

buyer membutuhkan format apa untuk supply chain mereka?

Cold Chain Bukan Sekadar Urusan Forwarder

Udang merupakan produk yang sangat sensitif terhadap temperature control.

Masalah kualitas tidak dimulai ketika container sudah naik kapal.

Masalah bisa terjadi sejak:

  1. 01Harvest
  2. 02Handling
  3. 03Processing
  4. 04Freezing
  5. 05Cold Storage
  6. 06Stuffing
  7. 07Reefer Transportation
  8. 08Destination

Pada Juni 2026, Badan Karantina Indonesia mencatat sertifikasi pengiriman 14,7 ton frozen cultured vannamei shrimp ke Jepang, setelah pemeriksaan mutu dan kelayakan produk.

Karena itu eksportir sebaiknya tidak menjanjikan kualitas hanya berdasarkan kondisi barang di cold storage.

Yang perlu dipastikan adalah cold chain tetap terkendali sampai buyer menerima produk.

Siapa Buyer Udang Vannamei?

Buyer vannamei tidak semuanya sama.

BuyerFokus Umum
Seafood ImporterPrice, volume, specification, compliance
DistributorStable supply, SKU, packaging
Foodservice SupplierConsistent size and product form
Retail BrandPackaging, labeling, consumer specification
ProcessorRaw material consistency
Restaurant/HORECA SupplierSpecific size and preparation
Private Label BuyerFinished specification + packaging

Karena itu satu katalog dengan kalimat:

  • “We sell all sizes of premium shrimp.”
  • tidak cukup.

Lebih baik mempunyai beberapa SKU yang jelas.

Contohnya:

  • Vannamei Shrimp, PDTO, 21/25, IQF, Frozen
  • Jauh lebih mudah dipahami buyer.

Seberapa Besar Pasar Ekspor Udang Indonesia?

Data KKP menunjukkan bahwa udang tetap menjadi komoditas ekspor perikanan terbesar Indonesia pada 2025 dengan nilai sekitar USD 1,87 miliar.

Amerika Serikat juga menjadi pasar terbesar produk perikanan Indonesia secara keseluruhan pada tahun tersebut, disusul Tiongkok, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa.

Data perdagangan harus tetap dibaca dengan hati-hati.

Dataset HS yang luas dapat mencampur:

  • vannamei
  • windu
  • species udang lain
  • raw frozen product
  • cooked product
  • prepared/preserved shrimp

Sebagai contoh, World Bank WITS mencatat ekspor Indonesia untuk kategori frozen shrimps and prawns pada 2024 sekitar USD 1,08 miliar, dengan Amerika Serikat dan Jepang sebagai dua tujuan terbesar dalam dataset tersebut.

Itu tetap bukan angka khusus vannamei.

HS Code Udang Vannamei

Udang dapat masuk ke beberapa HS Code tergantung species, kondisi, dan tingkat pengolahan.

Untuk frozen shrimp, kelompok yang relevan berada di heading 0306, sedangkan shrimp yang sudah mengalami pengolahan tertentu dapat masuk heading 1605.

Dalam struktur perdagangan Indonesia, vannamei beku juga dibedakan berdasarkan bentuk seperti headless with tail, headless without tail, dan bentuk lainnya.

Namun jangan copy satu HS Code dari invoice supplier lalu menggunakannya untuk semua produk.

Fresh/chilled vannamei, frozen vannamei, cooked shrimp, dan breaded/prepared shrimp dapat mempunyai klasifikasi berbeda.

Sebelum PEB:

verifikasi HS delapan digit melalui BTKI/SINSW berdasarkan barang aktual.

Food Safety: Eksportir Tidak Bisa Hanya Bergantung pada Tambak

Produk ekspor biasanya bergerak melalui Unit Pengolahan Ikan atau UPI.

KKP menjelaskan bahwa Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) merupakan penerapan GMP/SSOP dan menjadi prerequisite untuk memperoleh sertifikasi HACCP, yang digunakan dalam pemenuhan persyaratan negara tujuan ekspor.

Pada 2026, layanan KKP untuk pengolahan dan ekspor hasil perikanan mencakup antara lain:

  • SKP
  • HACCP
  • Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP)
  • laboratory testing

Karena itu, eksportir yang tidak mempunyai processing plant sendiri tidak harus membangun pabrik dari nol.

Tetapi Anda perlu bekerja dengan UPI yang memang capable untuk produk dan destination market tersebut.

SMKHP / Health Certificate

Salah satu dokumen penting dalam ekspor produk perikanan adalah Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) atau bentuk Health Certificate yang sesuai dengan negara tujuan.

KKP menerbitkan petunjuk teknis terbaru melalui Keputusan Kepala BPPMHKP Nomor 59 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penerbitan SMKHP, yang berstatus berlaku.

Artinya, Health Certificate bukan dokumen yang dibuat sendiri oleh eksportir.

Dokumen tersebut merupakan bagian dari official assurance pemerintah terhadap mutu dan keamanan produk yang diekspor.

KKP bahkan mencatat pada Januari 2026 bahwa SMKHP membantu penyelesaian shipment 20 kontainer frozen shrimp Indonesia yang tertahan di Amerika Serikat.

Update Penting: Ekspor Udang ke Amerika Serikat dan Cesium-137

Bagian ini wajib dipahami kalau target buyer adalah Amerika Serikat.

Sejak 31 Oktober 2025, US FDA memberlakukan import certification terhadap shrimp dari wilayah tertentu di Indonesia terkait risiko Cesium-137 (Cs-137).

FDA menunjuk Badan Mutu KKP sebagai Certifying Entity untuk memberikan shipment-specific certification terhadap shrimp yang berada dalam cakupan ketentuan tersebut.

KKP menjelaskan bahwa requirement tersebut terutama berdampak pada UPI yang berada di Pulau Jawa dan Provinsi Lampung, sementara satu perusahaan tertentu juga masuk tindakan Import Alert tersendiri.

Pada 23 Maret 2026, Badan Mutu KKP kemudian menerbitkan Keputusan Kepala Badan Nomor 27 Tahun 2026 mengenai petunjuk teknis penerbitan sertifikat mutu khusus produk udang bebas Cesium-137 di wilayah Jawa dan Lampung untuk ekspor ke AS.

Sebelum quotation final, cek:

processing facility + origin + current FDA status + certification requirement.

China dan Market Lain Juga Punya Requirement Sendiri

Amerika Serikat bukan satu-satunya market.

Pada Maret 2026, Badan Karantina Indonesia mengawasi ekspor sekitar 1.099 ton vannamei dari Maluku ke Tiongkok, termasuk pemeriksaan dokumen, fisik barang, kemasan, dan organoleptik agar sesuai dengan persyaratan kesehatan, mutu, serta ketentuan negara tujuan.

Untuk Tiongkok dan beberapa market lain, status approval establishment juga dapat menjadi faktor penting.

Pada Februari 2026, KKP mengumumkan persetujuan approval number untuk puluhan Unit Pengolahan Ikan agar dapat mengekspor produk perikanan ke Tiongkok dan Turki.

Pelajarannya sederhana:

jangan mencari buyer dulu lalu baru bertanya apakah pabrik bisa ekspor ke negara tersebut.

Cek destination eligibility lebih awal.

Dokumen Ekspor Udang Vannamei

Dokumen shipment dapat mencakup:

  • Commercial Invoice
  • Packing List
  • PEB
  • NPE
  • Bill of Lading / Air Waybill
  • SMKHP / Health Certificate sesuai destination
  • Certificate of Origin bila diperlukan
  • COA / laboratory report sesuai requirement
  • dokumen atau certificate tambahan negara tujuan
  • Cesium-137 certification jika shipment termasuk scope requirement AS

Dokumen final tidak boleh disamakan untuk setiap negara.

USA ≠ Japan ≠ China ≠ EU.

Product-nya bisa sama, tetapi market access requirement dapat berbeda.

Workflow Ekspor yang Lebih Aman

Alur sederhananya:

  1. 01Buyer Market
  2. 02Product Form
  3. 03Size
  4. 04UPI Capability
  5. 05Destination Compliance
  6. 06Specification
  7. 07Sample
  8. 08Costing
  9. 09Contract
  10. 10Processing & QC
  11. 11Health Certification
  12. 12Reefer Shipment

Bukan:

  1. 01Punya Tambak
  2. 02Tanya Harga Udang
  3. 03Cari Buyer Luar Negeri

Contohnya buyer mengatakan:

  • “Need frozen vannamei 21/25.”
  • Jangan langsung kirim harga.

Tanyakan:

  • HOSO, HLSO, PDTO, atau PD?
  • count basis?
  • IQF atau block?
  • glazing?
  • treatment?
  • net weight?
  • packaging?
  • destination?
  • microbiological requirement?
  • certifications?
  • monthly volume?

Baru setelah semuanya jelas, quotation mempunyai arti.

Kesimpulan

Bisnis ekspor udang vannamei bukan sekadar membeli udang dari tambak lalu memasukkannya ke reefer container.

Yang sebenarnya dijual adalah:

product specification + processing capability + cold-chain control + food safety + destination compliance + consistency.

Buyer tidak hanya ingin tahu:

  • “berapa harga per kilo?”
  • Buyer ingin tahu:

“apakah supplier ini bisa mengirim produk dengan specification yang sama, aman, legal, dan diterima di negara saya?”

Itulah kenapa eksportir vannamei harus memahami hubungan antara:

  1. 01Farm
  2. 02UPI
  3. 03Specification
  4. 04QC
  5. 05Certification
  6. 06Buyer
  7. 07Reefer Shipment

Kalau satu bagian gagal, murahnya harga bahan baku tidak banyak membantu.

Referensi Utama

  • Kementerian Kelautan dan Perikanan, Statistik Ekspor 2025: nilai ekspor perikanan dan posisi udang sebagai komoditas utama.
  • BPPMHKP KKP, Keputusan Kepala Badan Nomor 59 Tahun 2025: Petunjuk Teknis Penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan.
  • KKP, SKP dan HACCP: SKP sebagai penerapan GMP/SSOP dan prerequisite sertifikasi HACCP untuk market ekspor.
  • BPPMHKP KKP, Keputusan Kepala Badan Nomor 27 Tahun 2026: sertifikasi mutu khusus produk udang bebas Cesium-137 dari wilayah Jawa dan Lampung untuk ekspor ke Amerika Serikat.
  • US FDA, Import Alert 99-52: import certification dan Cesium-137 untuk shrimp dari wilayah tertentu di Indonesia.
  • US FDA, Response to Imported Foods Potentially Contaminated with Cs-137: penunjukan Badan Mutu KKP sebagai Certifying Entity.
  • Badan Karantina Indonesia: pengawasan ekspor 1.099 ton vannamei Indonesia ke Tiongkok pada Maret 2026.
  • BSN, SNI 3457:2021: Udang kupas mentah beku, status berlaku.
  • World Bank WITS / UN Comtrade: data perdagangan frozen shrimps and prawns Indonesia 2024.

Referensi cepat

Pertanyaan umum

Apa bahasa Inggris udang vannamei?

Istilah internasional yang umum adalah Whiteleg Shrimp. FDA juga menggunakan common name tersebut untuk Litopenaeus vannamei.

Apa nama ilmiah udang vannamei?

FAO menggunakan Penaeus vannamei. Nama Litopenaeus vannamei masih luas digunakan dalam industri serta sejumlah sumber regulator.

Apa beda vannamei dan udang windu?

Keduanya species berbeda. Vannamei merupakan whiteleg shrimp sedangkan udang windu adalah Penaeus monodon atau giant tiger prawn.

Apa itu HOSO?

Head On Shell On, yaitu kepala dan shell tetap utuh.

Apa itu HLSO?

Umumnya berarti Headless Shell-On, kepala dibuang tetapi shell tetap ada.

Apa itu PD?

Peeled Deveined, udang telah dikupas dan saluran pencernaannya dibersihkan.

Apa itu PDTO?

Peeled Deveined Tail-On, udang dikupas dan deveined tetapi tail masih dipertahankan.

Apa itu IQF?

Individual Quick Frozen, yaitu metode freezing agar pieces udang membeku secara individual.

Apa arti size 21/25?

Menunjukkan sekitar 21–25 pieces per unit berat yang disepakati. Selalu pastikan apakah buyer menggunakan pcs/lb atau pcs/kg.

Berapa HS Code frozen vannamei?

Pada tingkat internasional frozen non-cold-water shrimp berada pada HS 030617. BTKI Indonesia lebih spesifik, termasuk 0306.17.21 untuk whiteleg shrimp headless with tail, 0306.17.22 headless without tail, dan 0306.17.29 untuk kategori lainnya.

Apakah PDTO dan HOSO HS Code-nya sama?

Tidak boleh langsung diasumsikan sama. Indonesia memiliki subpos berdasarkan kondisi produk, dan prepared/cooked/value-added products bahkan dapat masuk heading berbeda.

Apakah Indonesia produksi vannamei dalam jumlah besar?

Ya. Portal resmi KKP mencatat sekitar 786.382 ton produksi pembesaran vaname pada 2024.

Berapa nilai ekspor udang Indonesia?

KKP mencatat seluruh kelompok komoditas udang menghasilkan sekitar USD 1,87 miliar pada 2025. Angka tersebut tidak khusus vannamei.

Apa standar Indonesia untuk frozen shrimp?

BSN mencatat SNI 2705:2020, Udang beku berstatus berlaku. Untuk peeled raw frozen shrimp terdapat SNI 3457:2021.

Apakah pabrik udang ekspor perlu HACCP?

Untuk banyak pasar ekspor HACCP merupakan requirement yang sangat penting. KKP menyediakan certification HACCP untuk UPI dan Amerika Serikat mewajibkan seafood memenuhi seafood HACCP regulation 21 CFR Part 123.

Apakah ekspor ke Amerika perlu sertifikat bebas Cesium-137?

Untuk shrimp yang termasuk scope FDA Import Alert 99-52, terutama yang berasal dari Pulau Jawa dan Lampung, shipment-specific certification sesuai prosedur FDA/KKP berlaku. Selalu cek current list dan status facility sebelum shipment.

Apakah semua vannamei Indonesia terkena larangan Amerika?

Tidak. FDA secara jelas membedakan Import Alert 99-51 yang menyangkut firm tertentu dan IA 99-52 yang menerapkan import certification berdasarkan region/risk.

Apakah farm harus CBIB?

CBIB merupakan sistem good aquaculture practice Indonesia dan sangat relevan bagi quality assurance. Namun requirement shipment final tetap harus dilihat berdasarkan buyer dan destination market.

Negara mana yang banyak membeli udang Indonesia?

Amerika Serikat, Jepang, China serta berbagai pasar Asia, Eropa dan Amerika Utara merupakan tujuan penting. Amerika Serikat tetap merupakan market sangat besar bagi seafood Indonesia.

FUTRA Handbook #005PDF tersedia

Indonesian Vannamei Shrimp Handbook

Handbook lanjutan mengenai product knowledge, quality control, buyer requirements, compliance, costing, supplier validation, dan FUTRA Field Notes.